Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perkembangan Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang
Siapa yang tak pernah ke Tanah Abang? Sejak dulu, Tanah Abang memang dikenal sebagai pusat grosir terlengkap di Jakarta dengan harga murah. Tanah Abang yang kita kenal dulu, padat, kumuh, sumpek, serta rawan tindak kriminalitas.Namun, kini siapa yang tak senang berbelanja di Tanah Abang? Pusat grosir itu kini sudah berubah image menjadi modern dan lebih lengkap, ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.


Sejarah daerah Tanah Abang


jalan jatibaru tanah abang tempo dulu
Dahulu daerah Tanah Abang mulai dari jalan Abdul Muis sampai dengan kebon kacang banyak sekali di tumbuhi pohon sejenis pohon palm yang bernama pohon Nabang. Orang Belanda menyebut daerah itu "The Nabang" atau di baca "De Nabang".
petamburan tempo dulu
Kemudian pada tanggal 30 Agustus 1735 seorang anggota dewan hindia belanda bernama Justinus vink mendapatkan izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patram untuk membangun pasar, yaitu Pasar The Nabang, kemudian penduduk setempat menyebutnya singkat menjadi Pasar Tenabang, (biasa lah orang betawi rada kaku nyebut bahasa inggris) dan juga Pasar Weltervreden (sekarang bernama pasar senen) dalam surat izin tersebut Pasar Weltervreden hari pasarnya adalah hari sabtu. Pasar Senen khususnya menjualsayur-mayur dan pasar The Nabang menjual berbagai tekstil dan kelontong.
Kemudian perkembangan daerah ini semakin pesat, Nabang, atau Tenabang, berubah menjadi Tanah Abang setelah pembangunan stasiun KA tahun 1890. Perusahaan KA menganggap Tenabang itu berasal dari Tanah Abang dalam bahasa jawa berarti tanah merah, secara kebetulan juga daerah itu memang memiliki tanah berwarna merah. Lalu nama itu secara resmi digunakannya di stasiun KA.




Pasar Tanah Abang Masa Kini

 

Setelah terjadi kebakaran pada tahun 2003, hampir seluruh kios-kios di pasar Tanah-abang hangus terbakar. Sisa bangunan yang masih berdiri tinggal Blok B, C dan D, sedangkan blok A sudah tidak layak pakai lagi langsung dirobohkan. Kemudian setahun kemudian menyusul Blok B, C, dan D yang pondasinya juga sudah tidak kuat lagi juga di robohkan. Ditempat inilah mulai didirikan Blok A yang selesai pada tahun 2005, dan Blok B yang selesai akhir tahun 2010.Ternyata hal itu berkat sentuhan tangan seorang Raditya Priamanaya Djan. Pria kelahiran Jakarta, 17 April 1977. Pengusaha muda yang sukses mengubah Tanah Abang sejak 2003,
Namun, pengusaha yang akrab disapa Pria ini memberanikan diri membangun Tanah Abang menjadi lebih modern. Dari sebelumnya tiga lantai, kini menjadi 18 lantai. Sarana pun dilengkapi dengan lift, eskalator, lahan parkir, hingga lebih dari 13 ribu tenant. Dan sekarang ini Pasar Tanah Abang lebih dikenal sebagai Pusat Grosir selain kain, juga pusat grosir baju muslim atau busana muslim, grosir jilbab dewasa maupun jilbab anak-anak dan masih banyak macam produk lagi.
Perkembangan beberapa tahun ini oleh pemda Jakarta dibangunlah dan di modernisasi Pasar Tanah Abang menjadi gedung perbelanjaan bertingkat 10 yang mewah dan modern serta nyaman yang dilengkapi air conditioner yang menjadikan pelanggan semakin betah berlama-lama belanja di Tanah Abang. Dengan jumlah kios yang lebih dari 10.000 dan suasana gedung Pasar Tanah Abang sudah modern  dan nyaman tetapi tidak menjadikan harga jual produk2 kain, baju muslim, busana muslimah dan jilbab2 jadi mahal, tetap saja harga masih murah, terutama yang membeli dalam partai atau grosir.
semakin ramenya Pasar Tanah Abang, dimana yang berbelanja berdatangan dari pelosok Indonesia dan dari luar negeri, menjadikan jasa pengiriman barang dan cargo (courier) sangat ramai sekali. Bayangkan dengan omzet harian puluhan milyar terjadi di Pasar Tanah Abang, yang nota bene banyak berasal dari luar kota.

Hasil Wawancara saya kepada pelanggan setia sebuah toko di pasar tanah abang:
Narasumber : Irum Rahmi
Asal Daerah : JawaLokasi pengamatan
K.H Mas Mansyur, Blok A, Jakarta Pusat
Tanggal Pengamatan
20 Maret 2012
 
pukul 13.15
saya(A):"Assalamualaikum bu?"
Bu Irum (B): "Waalaikumsalam.."
A: "maaf bu mengganggu sebentar,boleh saya mengobrol sebentar bu?"
B:"iya ada apa ya dek?"
A: "begini bu saya sedang ada tugas kuliah mengenai observasi tentang perkembangan pasar tanah abang,perkenalkan bu nama saya kiki,oh ya maaf kalau saya boleh tau,dengan ibu siapa saya berbicara?"
B:"owh begitu ya..iya tidak apa-apa,nama saya irum Rahmi,tp ade bisa panggil saya bu irum saja"
A:"oh iya bu irum,saya mau bertanya sudah berapa lama ibu sering berkunjung kepasar tanah abang ini?"
B:"Saya sudah berbelanja di pasar tanah abang ini sejak lebih dari 10 tahun yang lalu dek."
A:"oh ya sudah cukup lama sekali ya bu,memang alasan ibu lebih memilih berbelanja disini dari pada dipasar lain apa?"
B:"Harganya relatif murah, dan sekarang berbelanja di sini sudah nyaman karena bangunannya sudah bagus"
A:"iya bangunan pasar tanah abang ini memang sudah bagus dan nyaman ya bu,hhe,,oh ya bu apa ibu tidak cukup ribet membawa banyak belanjaan seperti ini?"
B:"tidak,sekarang kan sudah banyak tersedia jasa porter untuk membawa barang belanjaan, dengan upah Rp10ribu hingga Rp20ribu, tergantung banyak barang yang dibawakan."
A:"owh begitu ya bu,biasanya ibu lebih memilih untuk berbelanja apa dipasar ini?"
B:"saya biasanya membeli bahan kain, pelengkap kancing, hiasan baju, serta baju muslim."
A:"ibu membeli untuk digunakan sendiri apa untuk dijual kembali?"
B:"saya untuk dijual kembali dek,karena sebagian besar barang dagangan yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah barang grosiran dek, tapi juga bisa dibeli secara eceran. tapi kalau eceran, harganya sedikit lebih mahal. Biasanya perbedaannya Rp5 Ribu hingga Rp 10ribu dari harga yang grosiran,"
A:"owh begitu,biasanya berapa bu harga yang ditawarkan penjual untuk pakaian muslim?"
B:"biasanya yang saya tau sih kalau baju muslim harganya mulai dari Rp45 ribu hingga Rp85 ribu. Paling mahal Rp500 ribu, tapi itu untuk baju pesta atau kebaya pernikahan"
A:"owh,cukup terjangkau ya bu?"
B:"iya sangat terjangkau untuk design dan bahan yang digunakan dek,saya pun menjual kembali tidak pernah mengecewakan pembeli saya"
A:"owh iya bu ngomong-ngomong apakah ibu tidak merasa takut dengan suasana pasar tanah abang yang ramah seperti ini,kalau-kalu terjadi oknum pencopetan atau pencurian?"
B:"ya saya juga merasa harus tetap waspada dek,apa lagi saya waktu itu pernah hampir dicopet oleh kawanan pencopet yang mendekati secara bergerombol, tetapi para pedagang di sini juga selalu mengingatkan,untuk selalu berhati-hati."
A:"dan untuk pertanyaan saya yang terakhir bu,bagaimana bu membawa barang yang terbilang sangat banyak seperti  ini hingga ke daerah jawa tempat tinggal ibu?"
B:"dulu memang saya harus membawa mobil pick up untuk menaru barang belanjaan saya hingga ke jawa,tapi sekarang saya tidak perlu khawatir lagi dek karena di sekitar Pasar Tanah Abang sudah banyak terdapat jasa pengangkutan atau pengiriman barang ke luar kota dengan menggunakan truk,jadi setiap saat saya mudah untuk berbelanja disini."
A:"ya memang saat ini pasar tanah abang lebih memudahkan pelanggannya untuk tetap berbelanja apa lagi dengan bangunan yang sudah menjadi senyaman ini,,,
iya..terima kasih ya bu atas waktu dan informasi yang ibu berikan,saya doakan semoga usaha ibu makin lancar dan terus berkembang seperti pasar ini,,hhee
sekali lagi terima kasih ya bu."
B:"hhe,,si adek bisa saja,iya amiin dek,,sama-sama,semoga penjelasan ibu ini bisa membantu tugas ade ya"
A:"iya bu tentu sangat membantu sekali,ya sudah maaf sebelumnya sepertinya saya harus buru-buru bu sepertinya mau hujan,wassalamualaikum bu"
B:ya sudah kalau begitu hati-hati ya dek dijalan,waalaikumsalam.wr.wb"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar